Jum'at, 11/11/2022 10:55 WIB
Surabaya, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Dr. Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya enggan berkomentar soal manuver kelompok relawan Projo, yang dinilai tak jelas karena selalu bergerak sesuai “arah angin”.
Hasto menyatakan hal itu ketika wartawan menanyakan tanggapannya atas pertemuan Relawan ProJokowi (Projo) dengan sejumlah petinggi partai politik untuk menyampaikan hasil musyawarah rakyat (Musra) dalam mencari pemimpin di 2024, mendatang.
Terbaru, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara, Jakarta.
Hasto menegaskan, bahwa pihaknya enggan menanggapi soal gerakan relawan Projo tersebut. Ia hanya ini menanggapi tentang partai politik. Pasalnya, gerakan relawan Projo terbilang cair dan bergerak sesuai dengan arah angin.
10 Negara dengan Skuad Termahal di Piala Dunia 2026
16 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini
Filantrofi Indonesia Mudah Urus Izin, Tapi Masih Bergantung Dana Asing
"Yang saya tanggapi parpol, kalau relawan-relawan (Projo, red) itu kan cair, bisa berubah sesuai arah angin," kata Hasto di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/11/2022).
"Kalau parpol saya tanggapi, kalau relawan (Projo,red) bisa berubah," sambungnya.
Hasto mengungkapkan bahwa kelompok relawan berbeda dengan partai politik, organisasi resmi yang konstitusional adalah stakeholder pemilu di Indonesia. Berbeda dengan kelompok relawan yang tak dikenal dalam legislasi sistem politik Indonesia.
Kelompok relawan seperti Projo, menurut Hasto, bukanlah seperti partai politik yang memiliki struktur organisasi yang tercatat dan kokoh.
"Parpol kan kokoh, Ketua Umum kokoh, struktur kokoh, pergerakan kokoh," jelas Hasto.