Selasa, 08/11/2022 07:36 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Elon Musk, miliarder pemilik baru Twitter menyerukan pemilih Amerika Serikat (AS) untuk mendukung kandidat Partai Republik pada malam pemilihan paruh waktu.
"Kekuasaan bersama membatasi ekses terburuk dari kedua belah pihak, oleh karena itu saya merekomendasikan untuk memilih Kongres Republik, mengingat Kepresidenannya adalah Demokrat," kicau Musk kepada 114 juta pengikutnya.
"Demokrat garis keras atau Republik tidak pernah memilih pihak lain, jadi pemilih independen adalah orang-orang yang benar-benar memutuskan siapa yang bertanggung jawab!" sambungnya.
Penatagunaan Twitter bos Tesla, salah satu platform terkemuka dunia untuk wacana dan aktivisme, telah memicu peringatan atas netralitas politiknya.
Trump Tolak Tawaran Gencatan Senjata Iran, Serangan Baru Bisa Berlanjut
Trump Tegur Reporter CNN di PBB Usai Larangan Akses Gedung Putih
Taiwan Ingin Pembelian Senjata dari AS Berjalan Mulus
Musk telah mengindikasikan berencana untuk mencabut larangan terhadap mantan presiden AS, Donald Trump, meskipun tidak sebelum pemungutan suara paruh waktu pada hari Selasa.
Trump dilarang karena diduga menghasut serangan tahun lalu di Capitol oleh massa yang berusaha untuk membatalkan hasil pemilihan presiden 2020.
Pemecatan Musk terhadap banyak staf Twitter juga menggarisbawahi kekhawatiran bahwa situs tersebut akan dibanjiri oleh ujaran kebencian dan disinformasi, yang membuat beberapa pengiklan mundur.
Sumber: AFP