Garda Bangsa Bentengi Masyarakat dari Radikalisme

Kamis, 19/01/2017 13:23 WIB

Jakarta - Ketua Umum DPP Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta Dewan Kordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa mengencangkan konsolidasi. Harapannya, serdadu sayap PKB itu menjadi benteng masyarakat menghadapi pengaruh radikalisme.

"Garda bangsa harus kokoh dan berkiprah dalam hal apapun, terutama berkaitan dengan peran generasi muda. PKB tadi malam komitmen bagaimana PKB jadi penengah, mediator sekaligus pendamping masyarakat agar tidak salah sasaran," ujar Muhaimin di acara Muspimnas DKN Garda Bangsa di hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Muspimnas DKN Garda Bangsa dihadiri tersebut Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, KH Yahya Staquf (PBNU), Pengamat Terorisme Al Chaidar serta Sekjend DPP PKB Abdul Kadir Karding.

Dalam sambutannya itu, Pria yang biasa dipanggil cak Imin ini juga menyinggung munculnya insiden penyalahgunaan simbol-simbol negara akhir-akhir ini. Ia berharap agar Kapolri serius dalam menindak pelaku.

"Jika ada yang melanggar aturan tolong ditindak. Mungkin orang-orang seperti itu salah arah pahami islam, semangat tanpa arah dan belum mengerti terhadap Islam sebenarnya," ungkapnya.

Lebih lanjut cak Imin menghimbau DKN Garda Bangsa terus meningkatkan penggalangan menghadang laju gerakan radikal.

"Karena itu semua adalah potensi garda bangsa harus ditingkatkan untuk mewarnai Indonesia dengan islam yang maju, memiliki semangat kuat dan santun. Mari turut menjaga semangat ini demi kemauan bangsa kita," ucapnya

TERKINI
Kerugian Perang Lebanon Capai 25 Miliar Dolar AS KPK Terbitkan Sprinduk Baru, Usut Korupsi Jalur Kereta di Sumsel Ini Lima Negara Asia yang Paling Sering Lolos ke Piala Dunia Keadilan Sosial di Alquran dan Pancasila dari Kebebasan hingga Kesejahtraan