Selasa, 25/10/2022 19:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kementerian BUMN), menugaskan Pertamina melalui anak usahanya yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), untuk mengembangkan potensi energi panas bumi (geothermal) yang sangat besar di Indonesia.
Demikian diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dalam telekonferensi di Forum Road to G20 dengan Himpuni, Selasa (25/10). Menurutnya, hal itu karena sampai saat ini energi panas bumi belum banyak dimanfaatkan, sehingga butuh pengembangan lebih lanjut.
Karenanya, dalam waktu dekat Erick pun berencana untuk mencari dana segar dari pasar modal, bagi proyek pengembangan panas bumi tersebut. "Kita akan berupaya agar PGE ini bisa bisa mendapatkan akses dana tambahan untuk pengembangan panas bumi, salah satunya dengan go public," kata Erick.
Langkah go public itu menurut Erick akan menjadi cara bagi PGE, dalam upaya mendapatkan tambahan modal dengan tidak membebani keuangan negara dan menambah utang Pertamina. Karena, langkah pemanfaatan panas bumi secara lebih optimal tidak bisa lagi ditunda-tunda, dan harus segera direalisasikan guna meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT).
Prabowo Sidak Gudang Bulog di Magelang
Warga Palestina Tewas Ditembak Israel di Dekat Hebron
Horor! Ribuan Lebah Serbu Wilayah Israel, Serang Bandara hingga Pesawat
Pasalnya, Erick menyayangkan bahwa besarnya potensi panas bumi yang dimiliki Indonesia, yang bahkan bisa menyediakan listrik hingga mencapai 24 GW, saat ini baru hanya bisa dikembangkan sekitar 2 GW saja.
Oleh sebab itu, Erick pun berencana me-merger tiga BUMN yang mengelola panas bumi, yakni PLN, Pertamina, dan Star Energy Geothermal, agar pengembangan energi geothermal itu bisa semakin optimal demi mendongkrak pemanfaatan EBT di Tanah Air. "Saya sih inginnya dari awal ini dimerger supaya jadi satu kesatuan. Ngapain pemerintah punya perusahaan beda-beda," ujarnya.