Sabtu, 22/10/2022 08:30 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia sengaja menunda perjalanan kapal yang membawa ekspor gandum di bawah kesepakatan yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan mengatakan 150 kapal sedang menunggu untuk dimuat.
Kyiv telah mengekspor hampir 11 juta ton biji-bijian dan makanan lainnya sejak Juli, ketika PBB menandatangani perjanjian dengan Rusia, Ukraina dan Turki.
Dalam sebuah pidato video, Zelenskyy mengatakan penundaan itu berarti ekspor gandum Ukraina kekurangan 3 juta ton, yang katanya cukup untuk memberi makan 10 juta orang.
Kesepakatan itu berakhir pada November tetapi pembicaraan tentang perpanjangan tidak membuat banyak kemajuan karena kekhawatiran Rusia tidak diperhitungkan dengan benar, duta besar Rusia untuk PBB di Jenewa mengatakan pada hari Kamis.
Bantu Tangkal Drone Iran, Ukraina Minta Imbalan Solar
Trump Sebut Zelenskyy Bergantung Penuh pada Dirinya
Presiden Volodymyr Zelenskyy Copot Menteri Pertahanan Ukraina
Zelenskyy mengatakan dalam pidato video hari Jumat bahwa "musuh melakukan segalanya untuk memperlambat ekspor makanan kita ... hingga hari ini, lebih dari 150 kapal mengantri untuk memenuhi kewajiban kontrak atas pengiriman produk pertanian kita".
"Ini adalah antrian buatan. Itu hanya muncul karena Rusia sengaja menunda perjalanan kapal," tambahnya, tetapi tidak memberikan rincian.
Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Rusia tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Sebelumnya pada hari itu, Presiden Turki Tayyip Erdogan seperti dikutip mengatakan dia tidak melihat hambatan untuk memperpanjang kesepakatan.
Moskow mengatakan sanksi Barat menghambat ekspor biji-bijian dan pupuknya sendiri, bahkan ke negara-negara miskin yang membutuhkan pasokan.
Sumber: Reuters