Jum'at, 14/10/2022 15:37 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut bahwa fakta yang terjadi dalam tragedi di stadion Kanjuruhan lebih mengerikan dari yang beredar di media sosial (medsos) dan televisi.
Hal itu disampaikan Mahmud berdasarkan laporan hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang rencanannya akan diserahkan ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
"Fakta kami temukan korban yang jatuh itu, proses jatuhnya korban jauh lebih mengerikan yang beredar di medsos dan TV," kata Mahfud di Istana Negara, Jumat (14/10).
Mahfud mengungkapkan fakta itu didapatkan dari 32 CCTV yang dimiliki aparat kepolisian.
Mahfud Soal Sidang Nadiem Dikawal TNI: Agak Kaget Juga, Standarnya Polisi
Mahfud MD Ungkap Dugaan Mark Up Anggaran Woosh
KPK Imbau Masyarakat Sampaikan Data Dugaan Korupsi Whoosh
"Jadi itu lebih mengerikan dari semprot mati. Ada yang gandengan, yang terinjak-terinjak mati. Ada yang beri bantuan pernafasan itu karena satunya enggak bisa bernafas. Kena semprot juga mati," kata Mahfud.
Menurut Mahmud, kesimpulan dari laporan TGIPF bahwa tragedi tersebut utamanya disebabkan oleh gas air mata.