Fahri Hamzah Sebut Deklarasi Capres Terlalu Dini: Minim Ide, Modalnya Cuma Nyengir Doang

Senin, 10/10/2022 15:05 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora, Fahri Hamzah, angkat bicara soal mulai bergulirnya pencapresan oleh partai-partai politik, untuk kepentingan pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Padahal, jadwal pendaftaran calon presiden dan wakil presiden masih setahun lagi.

"Saat ini akibat adanya deklarasi-deklarasi pencapresan, mengakibatkan terjadi pembelahan di awal," sebut Fahri Hamzah kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/10).

Berdasarkan jadwal, lanjut Fahri, pencalonan presiden dan wakil presiden baru akan dilakukan pada 19 Oktober 2023 hingga 25 November 2023 mendatang. Jadi semestinya, yang dibicarakan terlebih dahulu adalah masalah dan ancaman terhadap bangsa. Setelah matang dibicarakan, baru memunculkan calonnya.

"Tetapi yang justru terjadi, saat ini adalah calon duluan yang bermunculan. Dan yang muncul saat ini pun calon tanpa ide. Yang ada modalnya cuma nyengir doang,” sindir mantan Wakil Ketua DPR RI itu lagi.

Dengan menampilkan banyak capres oleh elit politik saat ini, menurut Fahri yang kasihan adalah rakyat. Bahkan ia mengibaratkan seperti sudah pilpres tapi terlalu dini, belum waktunya sehingga yang muncul adalah pertarungan kosong.

"Para pimpinan negara mungkin sebelum tidur lagi coba sedikit memikirkan akibat pilpres yang terlalu dini tanpa kejelasan ini. Setahun pertarungan kosong yang melelahkan. Pileg juga jadi kosong tidak relevan. Kasian rakyat  terbelah sebelum waktunya dalam bahaya," kata politisi dari Nusa Tanggara Barat (NTB) tersebut.

Seperti diketahui, sejumlah partai politik saat ini, sudah mendeklarasikan Capres 2024. Terbaru adalah deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal capres oleh Partai NasDem, disusul Partai Solidaritas Indonesia atau PSI yang bahkan menduetkan Ganjar Pranowo-Yenny Wahid sebagai bakal capres-cawapres nya.

TERKINI
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi Insiden Delay Bagasi Parah di Bandara KLIA, Menteri Panggil Pengelola Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi