Senin, 03/10/2022 21:57 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah daerah atau Pemda diminta untuk rajin memantau harga beras di pasar-pasar di wilayahnya. Hal ini penting mengingat beras merupakan salah satu komoditas pangan pokok dan strategis. Sekecil apapun kenaikan harga beras akan berdampak pada tingkat inflasi.
Hal itu, disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas dalam konferensi pers di Pasar Beras Cipinang, Jakarta, Senin (3/10/2022).
"Beras pengaruhnya terhadap inflasi tinggi sekali sampai 3,33%. Jadi, kalau harganya naik, jangankan 100 perak, 10 rupiah saja bagi masyarakat miskin sangat terdampak, Oleh karena itu, Pemda harus terus mengecek stok di pasar, salah satunya Pasar Induk Beras Cipinang," ujar Zulhas.
Mendag mengakui bahwa pada Agustus hingga September harga beras merangkak naik, salah satu penyebabnya karena kenaikan harga gabah. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun berharap Pemda merespons dengan cepat gejolak harga barang kebutuhan pokok.
KPK Terbitkan Sprinduk Baru, Usut Korupsi Jalur Kereta di Sumsel
Ini Lima Negara Asia yang Paling Sering Lolos ke Piala Dunia
Keadilan Sosial di Alquran dan Pancasila dari Kebebasan hingga Kesejahtraan
Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang memerintahkan kepala daerah untuk terus memantau harga barang kebutuhan pokok seperti beras. "Berapa pun gejolak harga yang terjadi di pasar, Pemerintah Daerah diharapkan tetap menjaga sesuai harga standar. Misalnya dengan subsidi harga sehingga harga tidak bergejolak," tandasnya.
Mendag menambahkan, pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait agar harga beras dapat terkendali, baik jangka pendek maupun jangka panjang. "Diharapkan operasi pasar dilakukan serempak di seluruh tanah air, terutama di daerah yang mengalami kenaikan signifikan agar harga terkendali," pungkasnya.
Keyword : MendagZulhasPemdaharga beras