Legislator Golkar Yakin Indonesia Mampu Jadi Produsen Utama Baterai Kendaraan Listrik Dunia

Senin, 19/09/2022 00:49 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan mendukung rencana Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai produsen utama produk berbasis nikel tanah air.

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengatakan, hal itu dapat terwujud karena Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

"Saya kira potensi ini bisa menjadikan Indonesia sebagai produsen utama kendaraan listrik dan baterai di dunia," tutur Mukhtarudin dalam keterangan resmi yang dikirimkan ke Jurnas.com, Minggu, (28/9).

Politikus Golkar ini mengatakan, Presiden Jokowi telah meninjau pembangunan proyek grand package konsorsium LG di kawasan Industri terpadu Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.

Kawasan industri baterai terintegrasi di Batang tersebut merupakan industri yang end to end mengolah nikel dari penambangan hingga menjadi mobil listrik.

"Dengan potensi yang luar biasa itu saya yakin lewat manajemen pengelolaan yang baik, Indonesia akan bisa menjadi produsen utama produk-produk barang jadi berbasis nikel dan baterai kendaraan listrik," terang Mukhtarudin.

Merujuk pada Inpres nomor 7 tahun 2022 tentang kendaraan motor listrik, Legislator Dapil Kalimantan Tengah ini berharap Indonesia bisa terus menjadi produsen nomor 1 terbesar nikel di dunia.

"Karena dengan maraknya campaign kendaraan listrik berbasis baterai di dunia saat ini akan membuat permintaan nikel ke Indonesia semakin banyak dan hal ini akan bagus untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia dan untuk membangun ekonomi hijau ke depan," demikian kata Mukhtarudin.

Diketahui, pada tahun 2021 Indonesia ditetapkan sebagai produsen nikel terbesar di dunia.

Data badan survei geologis Amerika Serikat (AS) atau US Geological Survey menyebutkan, produksi nikel Tanah Air mencapai 1 juta metrik ton pada 2021 atau menyumbang 37,04 persen nikel dunia.

 

TERKINI
TKA di PKBM Jawab Tantangan Fleksibilitas Belajar Erdogan Ingin Paksa AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Teruskan Blokade Pelabuhan IFP Bantu Siswa Lebih Siap Hadapi TKA