Jum'at, 13/01/2017 08:45 WIB
Jakarta - Radikalisme yang mengatasnamakan idiologi tertentu menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian Nahdlatul Ulama sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia.
Lantas, bagaimana langkah NU dalam menangkal radikalisme ini? Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, radikalisme itu terjadi karena pemahaman agama yang kurang sempurna, dangkal, dan tidak mendalam.
"Sampaikan melalui pengajian-pengajian secara luas bahwa Islam itu lembut, mulia, rukun, sopan, berbuat baik kepada tetangga, ramah," jelas Kang Said.
Komdigi: Penanganan Radikalisasi Digital Butuh Kolaborasi Lintas Sektor
Menkomdigi Ingatkan Masyarakat Tak Terkecoh Pola Baru Radikalisasi Digital
Wamenag: Jangan Buru-buru Kaitkan Ledakan Bom di Sekolah dengan Radikalisme
Adapun langkah jangka panjang, dapat dilakukan dengan memperkuat pendidikan Islam. Diantaranya melalui pemahaman kurikulum Islam ramah dan moderat di sekolah dan madrasah. penguatan dan peneguhan terhadap pendidikan pesantren pun sangat penting dilakukan.
"Pendidikan tentang agama Islam yang rahmatan lil alamiin, ramah, moderat, dan menjunjung tinggi akhlakil kariimah. Ini harus ditanamkan kepada para pelajar, generasi muda. Lewat peneguhan pesantren, juga kurikulum madrasah dan sekolah-sekolah," ujar Kang Said.Keyword : KH Said Aqil Siroj Radikalisme