Senin, 12/09/2022 01:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kasus tewasnya Novriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J telah menjadi sorotan selama dua bulan belakangan. Citra Polri sebagai penegak hukum ikut tergerus akibat sejumlah anggotanya jadi tersangka dalam kasus tersebut.
Menurut Kabid Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Kepulauan Riau, Randi, masyarakat Indonesia dibuat heboh dengan kasus itu. Apalagi salah seorang tersangka merupakan eks Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.
"Rentetan peristiwa tersebut dimulai dengan miss informasinya keterangan polri dengan fakta sesungguhnya," kata Randi, dalam keterangannya, Minggu (11/9).
Dia menyoroti keterangan resmi Polri yang sempat mengumumkan adanya saling baku tembaknya sesama anggota polri antara Bharada E dan Brigadir. Hal ini dipicu karena dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi. Namun, kejanggalan itu akhirnya terkuaknya perlahan karena pihak keluarga korban melalui kuasa hukumnya yang berjuang mencari keadilan.
Format Baru Jazz Goes To Campus di TIM, Hadirkan Talkshow dan Konser
Berbagai Manfaat Berjemur di Pagi Hari untuk Tubuh Anda
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
"Hebat-hebatnya tupai melompat pasti akan tersungkur juga. Upaya hukum keluarga Brigadir J nampaknya membuahkan hasil, satu demi satu fakta terungkap, melibatkan puluhan anggota polri hampir di semua kepangkatan," jelasnya.
Atas alasan itu itu, ia menyarankan agar Presiden Jokowi ikut memperhatikan persoalan ini. Bagi dia, Kapolri Listyo Sigit Prabowo sudah gagal dalam melakukan pembinaan terhadap anggotanya.
Randi berharap Jokowi selaku kepala negara bergerak untuk melakukan reformasi terhadap Polri. Saran ini demi untuk menyelamatkan institusi Polri.
"Segera menyelamatkan Institusi Polri sebagai amanat reformasi dari kegagalan Kapolri dalam melakukan pembinaan terhadap anggotanya," jelasnya.
Dia juga meminta Jokowi juga memperhatikan isu persoalan seperti dugaan sindikat judi online hingga diagram konsorsium 303. Sebab, beberapa pejabat Polri dispekulasikan dengan isu tersebut.
“Apabila benar ada keterkaitan Anggota Polri dalam skandal tersebut," katanya.