Sabtu, 10/09/2022 07:25 WIB
Paris, Jurnas.com - Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe mengakui bahwa dirinya ingin menangis saat timnya kalah dari Bayern Munich, di final Liga Champions pada 2020 lalu.
Di saat banyak prestasi yang dia raih dalam usia yang masih relatif muda, sayangnya titel Liga Champions belum berpihak pada Mbappe.
"Ketika kami kalah di Liga Champions dengan Paris. Kami kalah di final. Anda menyelesaikan permainan, Anda mengambil medali Anda, dan Anda lihat pialanya, tapi itu bukan untukmu. Itu perasaan yang aneh, tapi itulah hidup," kata Mbappe dikutip dari Goal pada Sabtu (10/9).
"Sejujurnya, saya ingin menangis. Anda hanya ingin menangis. Anda ingin sendiri. (Tapi) itu adalah bagian dari sejarah Anda, dan Anda harus berkembang untuk kembali dan menang," imbuh dia.
Carrick Buka Suara soal Masa Depannya di Manchester United
Mbeumo Antusias Sambut Debut Liga Champions Bersama MU
Michael Carrick Dikabarkan Jadi Manajer Permanen Manchester United
Meski baru berusia 21 tahun saat final yang digelar di Lisbon, Portugal, Mbappe nyatanya berhasil membuktikan bahwa dia adalah bintang baru di tengah persaingan Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo.
Musim ini, Mbappe kembali siap memenuhi tantangan Liga Champions. Pada laga perdana kontra Juventus pertengahan pekan ini, bintang Prancis itu sukses menyarangkan dua gol ke gawang Si Nyonya Tua.
Sementara itu di Ligue 1, mantan pemain AS Monaco itu telah membukukan tujuh gol dari lima pertandingan, menjadikannya sebagai kandidat top skorer pada akhir musim 2022/2023.