Topan Hinnamnor Tewaskan Tujuh Orang di Korea Selatan

Rabu, 07/09/2022 14:50 WIB

Seoul, Jurnas.com - Tujuh orang dinyatakan tewas akibat Topan Hinnamnor di Korea Selatan pada Rabu (7/9). Mereka terjebak di tempat parkir bawah tanah (basemen) saat banjir yang disebabkan oleh topan tersebut melanda..

Para korban tewas sebelumnya turun ke basemen untuk memindahkan mobil. Sayangnya, mereka terjebak arus deras yang datang kemudian.

Kru penyelamat berhasil mengevakuasi dua orang, yang dilaporkan selamat setelah berpegangan pada pipa langit-langit selama lebih dari 12 jam.

Tim penyelamat harus mengarungi beberapa meter air cokelat untuk memasuki ruang bawah tanah yang hampir sepenuhnya terendam pada Selasa (6/9) malam.

Dikutip dari BBC, sembilan orang yang berada di basemen adalah penghuni sebuah gedung apartemen, yang pada Selasa pagi telah diberitahu oleh kantor manajemen untuk memindahkan mobil mereka dari tempat parkir.

"Saya tidak bisa tidur tadi malam karena tragedi ini," kata Presiden Yoon Suk-yeol terkait bencana badai siklon terkuat itu.

Dia menambahkan bahwa pemerintah telah menetapkan Kota Pohang sebagai zona bencana khusus, dan dia akan melakukan perjalanan ke wilayah itu pada Rabu ini.

Pohang, kota tempat tragedi itu terjadi, mengalami kerusakan terparah di seluruh negeri. Di satu daerah, sebuah hotel tepi pantai runtuh. Operator resor memastikan bahwa tidak ada tamu yang terluka.

Sedikitnya 10 orang kini tewas akibat Topan Hinnamnor, yang menyapu pantai selatan dan timur Korea Selatan pada Senin dan Selasa, menyebabkan ombak besar, angin kencang, dan hujan lebat.

Beberapa kota lain di selatan termasuk Busan dan Ulsan, juga menghadapi puing-puing yang disebabkan oleh badai, yang merobek jalan, menghancurkan jendela bangunan dan meruntuhkan pohon.

TERKINI
10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan