Uni Eropa Disebut Tidak akan Kompak Dukung Larangan Visa Warga Rusia

Senin, 29/08/2022 12:20 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan, pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa akhir pekan ini diprediksi tidak akan menghasilkan suara bulat mendukung larangan visa bagi semua warga Rusia.

"Saya tidak berpikir bahwa memutuskan hubungan dengan penduduk sipil Rusia akan membantu dan saya tidak berpikir bahwa ide ini akan memiliki kebulatan suara yang diperlukan," kata Borrell, yang memimpin pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa, kepada ORF TV Austria, Minggu (28/8).

"Saya pikir kita harus meninjau cara beberapa orang Rusia mendapatkan visa, tentu saja oligarki tidak. Kita harus lebih selektif. Tapi saya tidak mendukung penghentian pengiriman visa ke semua orang Rusia," sambungnya.

Para menteri luar negeri perlu mencapai kesepakatan bulat untuk menerapkan larangan, yang akan menjadi tindakan terbaru blok yang dimaksudkan untuk mempublikasikan Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Sebaliknya, mereka diharapkan untuk kembali menangguhkan perjanjian fasilitasi visa dengan Moskow ketika mereka bertemu pada hari Selasa di Praha.

Langkah itu akan membuat perjalanan orang Rusia jauh lebih sulit dan mahal.

Seorang pejabat senior Uni Eropa yang terlibat dalam pembicaraan mengatakan kepada Financial Times bahwa "tidak pantas bagi turis Rusia untuk berjalan-jalan di kota-kota kami, di marina kami".

"Kami harus mengirim sinyal kepada penduduk Rusia bahwa perang ini tidak baik, itu tidak dapat diterima," kata pejabat tersebut menurut surat kabar itu.

Sumber: Al Jazeera

TERKINI
Doa saat Mengalami Kesulitan Ekonomi, Yuk Amalkan Bradley Barcola Disarankan Gabung Arsenal Musim Panas Ini Klopp Pasang Badan Bela Van Dijk dari Kritik Van der Vaart Ini Alasan Stadion Termegah di AS Gagal Jadi Venue Piala Dunia