Rachmawati Menangis Minta Kasus Makar Dihentikan
Selasa, 10/01/2017 15:20 WIB
Jakarta - Putri proklmator, Rachmawati Soekarnoputri yang juga sebagai tersangka kasus dugaan makar menangis ketika mengadu kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
Rachmawati mengisahkan proses penangkapannya dengan tuduhn makar hingga pemeriksaan di Mako Brimob. Menurutnya, tuduhan makar tersebut cukup serius.
"Kami sangat terkejut, pada tanggal 2 pagi itu menyampaikan kami ditangkap dengan tuduhan makar, ada beberapa HP disita tanpa adanya surat penyitaan. Saya dibawa ke Mako Brimob, di sana saya dipisah dengan teman-teman, diputar-putar, dan dibiarkan selama empat jam," jelas Rachmawati, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/1).
Dalam kesempatan itu, Ia mengaku sudah mengkomunikasikan sejak jauh-jauh hari soal rencana maksud kedatangannya kepada Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk memberi petisi agar UUD 1945 dikembalikan ke naskah asli.
"Pada pertemuan tanggal 20 November, kami melakukan konsolidasi dengan tokoh-tokoh nasionalis. Itu hanya dalam 2 tema, pertama solidaritas aksi bela Islam, dan bela negara dalam upaya mengembalikan UUD `45 ke naskah asli," terangnya.
"Saya dulu menolak adanya amandemen UUD` 45 ke-5. Ini bukan barang baru, tahun lalu sudah kami sampaikan. kami bermufakat untuk kembali ke UUD yang asli," lanjutnya.
Untuk itu, Rachma menolak atas tuduhan makar oleh aparat kepolisian. Menurutnya, kategori tindakan makar jika dilakukan dengan cara mengepung Istana negara dengan menggunakan senjata.
"Saya menolak keras dengan tuduhan ini, jadi tidak ada penggulingan pemerintah. Kami memohon agar masalah ini tidak berlarut-larutnya," tegasnya.
Lalu, Rachma mengisahkan pengalamannya pada tahun 1965 soal penggulingan kekuasaan yang terjadi pada ayahnya Soekarno. Dimana, saat itu Istana dikepung oleh pasukan bersenjata yang tidak dikenal. Dalam kesempatan itu, Rachma meneteskan air mata.
"Kalau kami ingin menggulingkan pemerintah itu kami mengepung Istana, tapi ini kami ke Majelis Permusyawaratan Rakyat yang katanya rumah rakyat. Jadi menurut saya ini adalah by design," jelasnya.
TERKINI
KPK Selesaikan Laporan Amplop Raja Juli, Penyidikan Kasus Tetap Jalan
Bahaya Asap Kebakaran Hutan, Bisa Rusak Paru-paru, Jantung hingga Otak
Ternyata Ini Alasan Ada Perebutan Peringkat Tiga Piala Dunia
Mentrans Instruksikan Telusuri Tumpang Tindih Lahan Transmigrasi-HGU Sawit