Senin, 15/08/2022 16:22 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Selandia Baru mengirim 120 personel militer ke Inggris untuk membantu melatih warga Ukraina dalam pertempuran garis depan, kata pemerintah pada Senin (15/8).
Pengerahan itu akan memungkinkan dua tim pelatihan infanteri untuk membekali personel Ukraina dengan keterampilan inti agar efektif dalam pertempuran, termasuk penanganan senjata, pertolongan pertama pertempuran, hukum operasional, dan keterampilan lainnya.
Pelatihan sekitar 800 tentara Ukraina akan dilakukan secara eksklusif di salah satu dari empat lokasi di Inggris, dan personel pertahanan Selandia Baru tidak akan melakukan perjalanan ke Ukraina, kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.
"Kami telah menjelaskan bahwa serangan terang-terangan terhadap kedaulatan suatu negara dan hilangnya nyawa tak berdosa berikutnya adalah salah dan tidak dapat ditoleransi. Kecaman kami akan terus meluas melampaui kata-kata dan termasuk dukungan kritis," kata Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern pada konferensi pers untuk mengumumkan penempatan tersebut.
Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United
Kalah dari Leeds, Carrick: MU Tidak Kehilangan Kepercayaan Diri
Arteta Sebut Arsenal Tanpa Rasa Takut di Fase Krusial Musim Ini
Ia menekankan bahwa pasukan Selandia Baru belum dan tidak akan terlibat dalam pertempuran di Ukraina.
Tiga puluh personel pertahanan Selandia Baru menyelesaikan pengerahan pada Mei untuk melatih personel militer Ukraina dalam mengoperasikan artileri.
Pengerahan pelatihan adalah bagian dari serangkaian tindakan dalam menanggapi invasi Rusia pada 24 Februari di tetangga selatannya yang telah memasukkan lebih dari NZ$40 juta ($25,70 juta) dalam bentuk dukungan keuangan dan sanksi terhadap 840 individu dan entitas.
Rusia menyebut intervensinya di Ukraina sebagai operasi khusus untuk mendemiliterisasinya.
Sumber: Reuters
Keyword : Selandia BaruPasukan UkrainaInggrisRusia