Senin, 15/08/2022 13:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Neraca perdagangan Indonesia di bulan Juli 2022 kembali mencatatkan surplus sebesar US$4,23 miliar. Hal ini diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
"Surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus neraca komoditas nonmigas", ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto di Jakarta, Senin (15/8/2022).
Tercatat neraca komoditas nonmigas surplus US$7,31 miliar, yang berasal dari bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), dan bijih, kerak, dan abu logam (HS 26).
Sementara itu, neraca migas tercatat defisit USD$3,08 miliar, terutama berasal dari minyak mentah dan hasil minyak.
Korut Tembakkan Rudal Balistik, Ketegangan Regional Meningkat
Zelensky Geram Trump Longgarkan Sanksi Minyak Rusia
Tersandung Skandal Dubes, Jajaran Kabinet Kompak Dukung PM Inggris
Tercatat nilai ekspor Indonesia Juli 2022 mencapai US$25,57 miliar. Angka ini menurun 2,20% dibanding ekspor Juni 2022/month-to-month(mtm).
Dibanding Juli 2021 atau year-on-year (yoy), nilai ekspor naik sebesar 32,03%. Sementara itu, nilai impor Indonesia pada bulan Juli 2022 mencapai USD$21,35 miliar.
Angka impor ini naik 1,64% dibandingkan Juni 2022 atau naik 39,86% dari Juli 2021.
Keyword : BPS Neraca Perdagangan Ekspor Impor