AS akan Lakukan Transit Udara dan Laut di Selat Taiwan

Minggu, 14/08/2022 09:05 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) berencana untuk melakukan transit udara dan laut baru di Selat Taiwan. Hal ini sebagai tanggapan terhadap latihan militer China di selat yang diperebutkan di tengah meningkatnya ketegangan atas pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

Koordinator Gedung Putih untuk Asia-Pasifik, Kurt Campbell mengatakan meskipun ada ketegangan, pasukan AS akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana hukum internasional mengizinkan, konsisten dengan komitmen lawas AS terhadap kebebasan navigasi.

"Itu termasuk melakukan transit udara dan laut standar melalui Selat Taiwan dalam beberapa minggu ke depan," kata Campbell, yang juga Penasihat Pemerintahan Presiden AS Joe Biden, kepada wartawan, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Meski demikian, Campbell tidak mengkonfirmasi jenis pengerahan apa yang akan dilakukan dan kapan pengerahan itu dikerahkan untuk mendukung manuver Washington.

Ia hanya mengatakan Washington akan mengumumkan peta jalan ambisius untuk hubungan ekonomi yang lebih dalam dengan Taiwan di tengah ketegangan dengan China atas pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

Seperti diktahui, Beijing melakukan latihan militer terbesarnya di sekitar pulau yang memiliki pemerintahan sendiri selama kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi awal bulan ini. Negeri Tirai Bambu tersebut menuduh AS bekerja melawan kebijakan resminya di China dan Taiwan.

Campbell mengatakan kunjungan Pelosi konsisten dengan kebijakan Washington yang ada dan bahwa China telah bereaksi berlebihan.

"Beijing menggunakan dalih untuk meluncurkan kampanye tekanan intensif terhadap Taiwan untuk mencoba mengubah status quo, membahayakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan di kawasan yang lebih luas," katanya.

"China telah bereaksi berlebihan dan tindakannya terus menjadi provokatif, tidak stabil, dan belum pernah terjadi sebelumnya," tambahnya.

Menanggapi latihan China, AS menegaskan kembali keterlibatannya di wilayah tersebut, sambil mengulangi kebijakannya tentang ambiguitas strategis, secara diplomatis mengakui China sekaligus mendukung pemerintahan sendiri pulau itu.

TERKINI
Berkas Perkara Lengkap, Kasus MT. HASIL Akan Dilimpahkan ke Kejaksaan Deretan Fakta Menarik Ka`bah yang Jadi Pusat Ibadah Haji Keutamaan Membaca Surah Al Waqiah, Kunci Pembuka Rezeki Pengamat SDI: Saran KPK Tentang Pilpres dan Ketum Partai Menarik Dipelajari