Rabu, 03/08/2022 07:29 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Korea Utara mengkritik campur tangan Amerika Serikat (AS) urusan dalam negeri China atas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Nancy Pelosi ke Taiwan.
Pelosi tiba di Taiwan pada Selasa malam dalam sebuah perjalanan yang katanya menunjukkan komitmen As yang tak tergoyahkan ke pulau yang diklaim China itu, tetapi China mengutuk kunjungan tingkat tertinggi AS dalam 25 tahun sebagai ancaman bagi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Seorang juru bicara Kemenlu Korea Utara mengatakan mereka dengan keras mencela campur tangan kekuatan eksternal dalam masalah Taiwan dan mendukung penuh China, sekutu utama dan jalur kehidupan ekonominya.
"Adalah hak negara berdaulat untuk mengambil tindakan balasan terhadap gerakan kekuatan luar yang secara terbuka mencampuri urusan dalam negerinya dan menghancurkan integritas teritorialnya," kata pejabat Korea Utara seperti dikutip oleh KCNA.
Iran Siapkan Zona Maritim Terbatas di Luar Selat Hormuz
IRGC Klaim Rudal Iran Hantam Kapal Induk dan Kapal Perang AS
Korea Selatan Dilaporkan Bersiap Kerahkan Militer ke Selat Hormuz, Ada Apa?
China menganggap Taiwan bagian dari wilayahnya dan tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawanya di bawah kendalinya. AS memperingatkan China agar tidak menggunakan kunjungan itu sebagai dalih untuk melakukan aksi militer terhadap Taiwan.
Sumber: Reuters