Minggu, 31/07/2022 21:06 WIB
Kyiv, Jurnas.com - Rusia diduga sengaja menargetkan serangannya terhadap pengusaha gandum terkaya di Ukraina, Oleksiy Vadatursky. Pemilik perusahaan Nibulon itu tewas bersama istrinya, Raisa, dalam penembakan besar-besaran Rusia di Kota Mykolaiv.
Dikutip dari BBC pada Minggu (31/7), Walikota Mykolaiv Oleksandr Senkevych mengatakan peristiwa itu diperkirakan sebagai pemboman terberat Rusia di kota tersebut sejauh ini. Terjadi kerusakan pada sebuah hotel, kompleks olahraga, dua sekolah dan sebuah bengkel, serta rumah-rumah.
Mykolaiv berada di jalur utama ke Odesa, pelabuhan terbesar Ukraina di Laut Hitam, dan telah dihantam berulang kali sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari.
Pemimpin militer kawasan itu, Vitaliy Kim, mengatakan "kontribusi Vadatursky untuk pengembangan industri pertanian dan pembuatan kapal, pengembangan kawasan itu sangat berharga".
7.000 Tentara Asing dari 70 Negara Berperang di Ukraina
Korsel Kerahkan Jet Temput Usai Pesawat Militer Rusia Terobos Wilayah Udara
Norwegia Alokasikan Bantuan Rp153 Triliun untuk Ukraina Tahun Depan
Sementara itu, seorang penasihat kepala kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan Rusia disinyalir sengaja menargetkan pengusaha itu. Apalagi, salah satu rudal langsung menghantam kamar Vadatursky, penerima penghargaan sebagai `Pahlawan Ukraina`.
Diketahui, Ukraina dan Rusia adalah pengekspor utama gandum dan biji-bijian lainnya, dan gangguan ekspor yang disebabkan oleh perang menyebabkan harga pangan melonjak di seluruh dunia.
Kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi PBB di Turki pekan lalu, yang bertujuan meredakan krisis pangan. Kesepakatan itu hampir batal oleh serangan Rusia di pelabuhan Odesa pada hari berikutnya.
Keyword : Sultan Gandum Oleksiy Vadatursky Ukraina Rusia