Jum'at, 29/07/2022 17:21 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo menyoroti langkah pemerintah yang telah memulai vaksinasi dosis keempat atau booster kedua bagi masyarakat.
Meski menyatakan sepakat, namun Politikus PDIP ini mendorong pemerintah untuk menggalakan proses booster pertama bagi masyarakat.
"Saya setuju dengan upaya untuk dilakukan vaksin booster kedua. Namun untuk umum justru saya dorong prioritasnya itu agar supaya booster yang pertama bisa kita percepat," kata dia kepada wartawan, Jumat (29/7).
Bukan tanpa alasan, menurut Rahmad Handoyo, capaian vaksinasi booster pertama dirasa belum memenuhi 70 persen kuota atau standar dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui
Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman
Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel
"Ide booster kedua itu baik, tapi bukan itu yang utama saat ini. Vaksin lengkap kita saja belum 70 persen, di bawah standar WHO per Juni kemarin. Apalagi booster pertama, masih sangat rendah," kata dia.
Oleh karena itu, Rahmad Handoyo meminta pemerintah untuk memprioritaskan vaksin booster pertama bagi masyarakat.
"Seluruh elemen pemerintah pusat dan daerah harus mengejar itu dulu. Gimana mau booster kedua kepada masyarakat, booster pertama saja masih rendah, kok," terangnya.
"Nah, untuk booster kedua, saya kira sangat setuju. Itu pun hanya dibutuhkan prioritas untuk nakes kita, kemudian yang mungkin punya risiko-risiko tinggi yang lain," demikian kata Rahmad Handoyo.