Rabu, 27/07/2022 22:20 WIB
London, Jurnas.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa Boris Johnson adalah temain baik negaranya. Karena itu, dia meminta Johnson tidak menghilang setelah mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Inggris.
Johnson menghadiahkan Zelensky dengan Penghargaan Kepemimpinan Sir Winston Churchill pada Selasa (26/7) kemarin. Penghargaan itu diberikan sebelum dia meninggalkan kantor pemerintah pada 6 September mendatang.
"Saya tidak punya hak untuk bermain dalam politik di Inggris. Yang bisa saya katakan adalah (Tuan Johnson) adalah teman baik Ukraina," kata Zelensky dikutip dari BBC pada Rabu (27/7).
"Saya ingin dia berada di suatu tempat dalam politik dalam posisi menjadi seseorang. Saya tidak ingin dia menghilang, tetapi keputusan ada di tangan rakyat Inggris," lanjut dia.
Cedera Kronis, De Ligt Terancam Absen hingga Akhir Musim
Bernardo Silva Resmi Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini
Big Match Manchester City vs Arsenal Panaskan Pekan ke-33 Liga Inggris
"Tapi saya yakin bahwa posisi apa pun yang akan dia ambil, dia akan selalu bersama Ukraina. Ini dari hati."
Pasca Johnson mengundurkan diri, Menteri Luar Negeri Liz Truss dan mantan kanselir Rishi Sunak menjadi dua kandidat pengganti. Zelensky memastikan siap bekerja sama dengan siapapun di antara keduanya yang terpilih.
"Saya tahu kedua kandidat itu sangat dihormati, dan mereka mendapat dukungan dari rakyat dan masyarakat dari Inggris," kata Zelensky.
"Kami tahu tentang dukungan ini. Kami tahu tentang kekuatan positif dari para pemimpin itu," imbuh dia.
Sebagaimana diketahui, Johnson mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri pada 7 Juli, kurang dari tiga tahun setelah meraih kemenangan telak pada pemilihan umum 2019.
Keyword : Boris Johnson Volodymyr Zelensky Ukraina Inggris