Jum'at, 15/07/2022 23:58 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Komite Mahasiswa Indonesia (Komasi) kembali mendatangi Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas/" style="text-decoration:none;color:red;">Bappenas), Menteng, Jakarta Pusat.
Massa aksi menuntut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas/" style="text-decoration:none;color:red;">Bappenas, Suharso Monoarfa mundur dari jabatannya.
“Kami juga meminta kepada Pak Joko Widodo (Jokowi), selaku presiden untuk mereshuffle kabinetnya khususnya Menteri Bappenas/" style="text-decoration:none;color:red;">Bappenas,” kata Koordinator Aksi Kurnia Septian, di depan Kantor Bappenas/" style="text-decoration:none;color:red;">Bappenas, Jakpus, Jumat (15/7).
Menurut Kurnia, pembantu presiden harus bekerja sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku, termasuk bersedia mundur jika diduga melakukan korupsi.
Dewas KPK Klarifikasi Pihak Pelapor soal Pengalihan Penahanan Yaqut Cholil
Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Dewas
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatot Sunu Wibowo Tersangka
“Kami dari mahasiswa sangat kecewa. Maka kami, mendesak kembali juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim investigasi,” jelasnya.
“Dan saya rasa, Suharso pun harus legowo untuk secara sadar mundur dari jabatannya,” tambah Kurnia.
Dugaan korupsi yang dilakukan oleh Suharso adalah terkait penyalahgunaan wewenang atau jabatan, dengan menggunakan pesawat jet untuk kepentingan pribadinya.
Sementara, dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikeluarkan KPK, jumlah harta kekayaan Suharso meningkat dan dicurigai.
Sebab, jumlah kekayaan pada 2018 Rp84 juta, kemudian 2019 Rp59,8 miliar, tahun 2020 Rp69,7 miliar, dan tahun 2021 Rp73 miliar.
Keyword : Bappenas Menterin PPN Bappenas Joko Widodo Suharso Monoarfa KPK