Jum'at, 15/07/2022 18:53 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Politikus PDIP Adian Napitupulu mengklarifikasi kabar dirinya ditawari posisi menteri saat dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/7) pagi.
Menurut dia, saat bertemu Presiden tak ada pembahasan soal kursi di kabinet atau pembicaraan untuk mengisi kursi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) kosong setelah Tjahjo Kumolo wafat awal Juli lalu. Presiden Jokowi hanya meminta aktivis ’98 untuk ikut mengawasi berbagai kebijakan pemerintah.
“Tidak ada (tawaran sebagai menteri atau wakil menteri). Hanya Pak Presiden minta agar kalau ada persoalan rakyat dan program pemerintah yang tidak jalan, kami bisa langsung hubungi kementerian yang bersangkutan,” ungkapnya.
Adian tidak datang sendirian ke Istana Merdeka. Dia bersama tiga orang kawan aktivis PENA 98.
Habiburokhman Apresiasi Gerak Cepat BEM UI Respons Kasus Kekerasan Seksual
Kenaikan Tarif Pesawat Jangan Sampai Membebani Masyarakat
DPR Minta UI Utamakan Perlindungan Korban dalam Dugaan Pelecehan Seksual
“Ya (dipanggil Jokowi ke Istana), bersama Persatuan Nasional Aktivis 98. Saya, Mustar, Pendi, dan Musa,” kata Adian.
Pada pertemuan itu, Jokowi bicara tentang ancaman resesi global. Menurutnya, Jokowi menyatakan kondisi perekonomian Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain.
Adian berkata Jokowi juga menyinggung soal konflik lahan di masyarakat. Jokowi meminta para aktivis ’98 mendukung pemerintah dalam menyelesaikan masalah itu.
“Presiden juga meminta kami aktif mengoordinasikan info-info terkait persoalan rakyat dengan kementerian, termasuk kementerian pertanahan/BPN,” ucap Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP ini.
Sebelumnya, satu kursi menteri di kabinet Jokowi kosong. Posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) kosong setelah Tjahjo Kumolo wafat awal Juli lalu.
Posisi itu ditangani oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk sementara. Namun, masa jabatan Tito sebagai Menpan RB Ad Interim berakhir hari ini.