Mentan Syahrul akan Beri Penghargaan Camat yang Berhasil Kendalikan PMK

Jum'at, 08/07/2022 19:54 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan akan memberikan pengharagaan kepada camat yang berhasil mengendalikan penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayahnya masing-masing.

"17 Agustus saya kasih penghargaan," kata Mentan Syahrul saat memberikan arahannya pada acara Sosialisasi Penanganan PMK kepada Camat di Seluruh Indonesia, yang yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (8/7).

Mentan Syahrul menjelaskan, kategori yang akan mendapatkan pernghargaan yakni camat yang berhasil mengubah zona merah (daerah terpapar PMK) menjadi zona hijau (daerah bebas PMK) dan camat yang berhasil mempertahankan wilayahnya tetap menjadi zona hijau.

Mentan Syahrul menilai, camat memiliki peran sangat strategis dalam memutus dan mengendalikan PMK pada ternak, yang saat ini sudah menyebar di 21 provinsi dan 239 kabupaten/kota Indonesia.

"Kalau camat sudah bergerak, saya yakin semua akan berjalan lebih baik dan sempurna dari yang ada. Terima kasih pak camat sudah bergabung dengan kami dalam penanganan PMK," kata SYL, sapaan Mentan Syahrul.

Diakui SYL bahwa menghadapi wabah PMK ini tidak ringan. Karena itulah Kementerian Pertanian (Kementan) memerlukan uluran tangan dari semua pihak, termasuk para camat.

"Pak camat bantu saya. Pak camat itu paling tahu wilayah, paling tahu harapannya rakyat, paling tahu kebutuhan rakyatnya, termasuk ternak. Oleh karena itu, saya berharap pak camat hadir untuk bisa memahami persis seperti apa PMK yang ada," ujar SYL.

Ditambahkan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursymasi bahwa camat dan penyuluh merupakan dua agen yang paling berperangaruh dalam penanggulan PMK di kecamatannya masing-masing.

"Sebetulnya Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) bagian dari sistem yang harus menanggulangi PMK. Kebetulan Kostratani memang komandannya camat dan anggotanya adalah penyuluh," kata Dedi.

Dedi mengatakan, Kementan bersama gugus tugas PMK baik pusat maupun daerah sudah memetakan zona merah dan dan zona hijau. Peta tersebut harus menjadi acuan terutama dalam hal lalu lintas ternak berkuku belah yang sangat sensitif terhadap PMK.

"Pak camat tolong perhatikan hewan ternak seperti sapi kerbau, domba, kambing, babi dan lain sebagainya yang berada di daerah merah harus stay di kandang. Hanya hewan ternak yang berasal dari daerah hijau saja yang boleh bergerak," seru Dedi.

Dedi juga menekankan bahwa pengobatan menjadi kata kunci agar ternak menjadi sembuh. Karena itulah, Kementan yang didukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah gencar melakukan vaksinasi masal di seluruh Indonesia.

"Oleh karena itu kewaspadaan dan kedisiplin kita semua memegang peranan penting dalam pencegahan penularan PMK ke tempat yang masih sehat," tegas Dedi.

Sosialisasi ini juga dihadiri Direktur Jenderal Bina Adminsitrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah, dan Sekretaris Direktorat Jenderal PKH, Makmun.

TERKINI
Alasan Salat Tahiyyatul Masjid Sangat Ditekankan Ini Zodiak yang Dikenal Paling Jago Menggoda, Siapakah Dia? Bukan Hadiah Mewah, 5 Gestur Sederhana Ini Jadi Kunci Hubungan Langgeng Berbagai Amalan Sunah yang Dianjurkan Sebelum Shalat Jumat