Senin, 04/07/2022 14:50 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menargetkan 800 ribu dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah disuntikkan ke ternak sebelum Iduladha.
Hal tersebut disampaikan Mentan Syahrul kepada awak media pada kegiatan Launching Dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam Penyediaan Ternak Kurban dan Pangan Strategis Bagi Wilayah DKI Jakarta, Senin (4/6).
"Sekarang kita punya vaksin 3 juta tersimpan di Bogor. Kami berharap sebelum Iduladha 800 ribu sudah kita selesaikan, bahkan ada pemerintah Bapak Presiden supaya dipercepat," kata Mentan Syahrul.
SYL, sapaan Mentan Syahrul, mengatakan saat ini vaksin 800 ribu dosis tersebut terus digulirkan di beberapa daerah, khususnya di kantong-kantong penyebaran PMK. "800 ribu terus jalan dan ada di semua tempat, terutama pada daerah kantong isolasi yang harus kita perbakiki," jelasnya.
Kemenhaj Gandeng Bulog dan Kementan Ekspor Beras untuk Konsumsi Jemaah Haji
Pupuk Subsidi Siap Diedarkan, Ini Jadwal Distribusinya
Perpres 113/2025 Buka Peluang Ekspor Pupuk Non-Subsidi
Sementara itu, SYL mengklaim bahwa meski sebaran kasus PMK di Indonesia meningkat, tetapi daerah zona hijau di Indonesia masih banyak untuk memenuhi kebutuhan Iduladha.
"Memang PMK hadir, tapi insyallah daerah hijau kita masih banyak. Sapi saja kita punya 18 juta ekor lebih sehingga, dengan adanya pengetan-pengetatan yang kita lakukan tidak berarti ketersediaan untuk kebutuhan Idulkurban ini terganggu," kata SYL.
Mantan gubernur dua periode Sulawesi Selatan itu juga mengatakan, walaupun saat ini sudah ada 19 provinsi terpapar PMK, tapi tidak semua kabupaten/kotanya terjangkit virus tersebut.
"Tidak semua satu kabupaten/kota seluruh kecamatannya kena, seluruh desanya kena. Oleh karena itu, lockdown kita lebih banyak pada zona merah yang berbasis pada kecamatan dan desa," tagas SYL.