Sabtu, 02/07/2022 08:24 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan tindakan mendesak untuk mencegah penyebaran cacar monyet di Eropa, yang meningkat meningkat tiga kali selama dua minggu terakhir.
"Hari ini, saya mengintensifkan seruan saya kepada pemerintah dan masyarakat sipil untuk meningkatkan upaya ... untuk mencegah cacar monyet berkembang di wilayah geografis yang berkembang," kata Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Henri Kluge.
"Tindakan mendesak dan terkoordinasi sangat penting jika kita ingin mengubah arah dalam perlombaan untuk membalikkan penyebaran penyakit ini yang sedang berlangsung," sambungnya.
Sejak awal Mei, lonjakan kasus cacar monyet telah terdeteksi di luar negara-negara Afrika Barat dan Tengah di mana penyakit virus endemik. "Sembilan puluh persen dari semua kasus yang dikonfirmasi laboratorium terdaftar di seluruh dunia - atau 4.500 infeksi - berada di Eropa," kata Kluge.
Gelombang Panas Eropa Tewaskan Sedikitnya 35.000 Orang
KCIC Keluarkan Kartu Langganan Whoosh Edisi Khusus Kemerdekaan
Indonesia dan Uni Eropa Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Tiga puluh satu negara dan wilayah kini telah melaporkan infeksi cacar monyet. Kluge mengatakan Eropa tetap menjadi pusat penyebaran wabah dan risikonya tetap tinggi.
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengatakan, cacar monyet saat ini bukanlah merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, tetapi akan segera meninjau kembali.
Menurut WHO, sebagian besar infeksi cacar monyet sejauh ini pada pria yang berhubungan seks dengan pria, usia muda, terutama di daerah perkotaan. WHO menyelidiki kemungkinan penularan lewat seksual, tetapi mempertahankan penyakit ini terutama menyebar melalui kontak dekat.
Sumber: AFP
Keyword : WHOEropaHans Henri KlugeCacar Monyet