Jum'at, 01/07/2022 13:53 WIB
Kyiv, Jurnas.com - Serangan rudal Rusia terhadap bangunan tempat tinggal di kota pelabuhan Odesa di Ukraina pada Jumat (1/7) pagi, menewaskan sedikitnya 18 orang termasuk dua anak.
Serangan ini terjadi sehari setelah pasukan Rusia menarik diri dari Pulau Ular di Laut Hitam. Video serangan sebelum fajar menunjukkan sisa-sisa bangunan yang hangus di Odesa.
Dikutip dari Associated Press, juru bicara pemerintah daerah Odesa, Serhiy Bratchuk, mengungkapkan bahwa 30 warga lainnya terluka, pasca rudal Moskow menyasar gedung apartemen bertingkat dan tempat rekreasi.
Sebelumnya, Kremlin menggambarkan penarikan dari Pulau Ular sebagai isyarat niat baik. Namun, militer Ukraina mengklaim pihaknya memaksa Rusia untuk melarikan diri.
PM Malaysia Siap Potong Gaji Menteri jika Krisis Timteng Berlanjut
Dapat Perlindungan, Dua Pesepak Bola Wanita Iran Resmi Menetap di Australia
Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya
Pasukan Kyiv menyebabkan dua speedboat kecil berisi pasukan Rusia meninggalkan Pulau Ular, menyusul rentetan artileri dan serangan rudal Ukraina. Jumlah pasti pasukan tidak diungkapkan.
Pulau Ular terletak di sepanjang jalur pelayaran yang sibuk. Rusia mengambil kendali itu pada hari-hari pembukaan perang dengan harapan nyata untuk menggunakannya sebagai tempat pementasan untuk serangan terhadap Odesa.