Jum'at, 01/07/2022 11:06 WIB
Washington, Jurnas.com - Pejabat senior Amerika Serikat mempertanyakan kebijakan luar negeri China, yang hingga detik ini belum menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, menyusul invasi ke Ukraina.
Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim itu mengatakan, kini Washington sedang menyiapkan sanksi tertentu bagi sejumlah perusahaan China. Dia menegaskan, sanksi ini hanya untuk perusahaan, bukan pemerintah.
Dikutip dari Aljazeera pada Jumat (1/7), Departemen Perdagangan AS menambahkan lima perusahaan China ke dalam daftar hitam perdagangan pada Selasa lalu, karena diduga mendukung pangkalan industri militer dan pertahanan Rusia, saat Moskow melakukan invasinya di Ukraina.
Para pejabat AS telah memperingatkan konsekuensi, termasuk sanksi, jika China menawarkan dukungan material untuk upaya perang Rusia, tetapi secara konsisten mengatakan mereka belum mendeteksi dukungan militer dan ekonomi China yang terbuka dari Moskow.
FIFA Rilis Tambahan Tiket Piala Dunia, Babak Final Tembus Rp188 Juta!
Tekanan China Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Eswatini
Serangan Drone, Kilang Minyak di Rusia Alami Kebakaran
"China tidak memberikan dukungan materi. Ini adalah tindakan penegakan bisnis yang normal terhadap entitas yang telah mengisi ulang untuk Rusia," kata pejabat senior administrasi Biden ini merujuk pada daftar hitam Perdagangan.
"Kami belum pernah melihat RRC (Republik Rakyat China) terlibat dalam penghindaran sistematis atau memberikan peralatan militer ke Rusia," imbuh dia.
Diketahui, Barat berulang kali mendesak China menjadi pihak penengah dalam invasi Rusia ke Ukraina. Sayangnya, Beijing tidak bergeming, dan memilih tidak menjatuhkan sanksi apapun kepada Moskow.
Keyword : Amerika Serikat China Rusia Ukraina Sanksi