Selasa, 14/06/2022 06:40 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Penyelidik Ukraina menggali kuburan darurat tujuh mayat di hutan dekat Kyiv pada Senin (13/6). Polisi mengatakan mereka adalah warga sipil yang telah dibunuh oleh pasukan Rusia selama pendudukan mereka di daerah itu.
Mayat-mayat itu ditemukan di luar desa Vorzel, kurang dari 10 kilometer dari kota Bucha, di mana Kyiv menuduh bahwa pasukan Rusia yang menduduki daerah itu melakukan eksekusi sistematis dalam upaya yang gagal untuk merebut ibu kota. Rusia membantahnya.
"Ini adalah kejahatan sadis lain dari tentara Rusia di wilayah Kyiv," kata kepala polisi wilayah Kyiv, Andriy Nyebytov, di Facebook.
Salah satu mayat yang digali adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahun dengan pakaian biasa. Dia mengalami dua luka. Dia ditembak di lutut dengan pistol. Tembakan kedua di pelipisnya," kata Nyebytov kepada Reuters di lokasi kuburan.
Uni Eropa Proses Keanggotaan Ukraina dan Moldova ke Tahap Lanjut
Ukraina Dituding Sebagai Akar Masalah Ketegangan Rusia dengan Eropa
Iran Janjikan Hak Istimewa China dan Rusia di Selat Hormuz
Kementerian Pertahanan Rusia tidak segera membalas email permintaan komentar.
Penyelidik mengatakan perlu waktu untuk mengidentifikasi mayat dengan jelas karena mereka telah membusuk.
Ukraina mengatakan kuburan massal ditemukan pada bulan April berisi lebih dari 400 mayat.
Para pejabat Rusia telah menolak kuburan massal di Bucha sebagai "rekayasa" yang dilakukan oleh pihak berwenang Ukraina setelah pasukan Rusia meninggalkan kota itu pada akhir Maret. Rusia mengatakan tidak menargetkan warga sipil dalam apa yang disebutnya operasi militer khusus.
Sumber: Reuters
Keyword : UkrainaKuburan DaruratRusia