Israel Sebut Era Kekebalan Iran Telah Berakhir

Senin, 30/05/2022 07:52 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengatakan, Iran tidak akan luput dari hukuman karena menghasut serangan melalui kuasanya.

Dikutip dari Reuters, Bennett mengatakan hal tersebut seminggu setelah pembunuhan di Teheran terhadap anggota Garda Revolusi Iran (IRGC), Hassan Sayad Khodai yang telah disalahkan pada Israel.

Khodai, yang dituduh Israel merencanakan serangan terhadap warganya di seluruh dunia, ditembak mati di kemudi mobilnya oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor.

Taktik tersebut menggemakan pembunuhan sebelumnya di Iran yang berfokus pada ilmuwan nuklir dan secara luas disematkan pada Mossad.

Kantor berita semi-resmi Iran ISNA mengatakan anggota jaringan dinas intelijen Israel telah ditemukan dan ditangkap oleh Pengawal segera setelah penembakan di Teheran.

Kantor Bennett, yang mengawasi badan intelijen Mossad, menolak mengomentari pembunuhan itu. Namun, dalam pidato siaran kepada para menterinya pada hari Minggu, Bennett menuduh Iran berulang kali menargetkan kepentingan Israel.

"Selama beberapa dekade, rezim Iran telah mempraktekkan terorisme terhadap Israel dan wilayah melalui proxy, utusan, tetapi kepala gurita, Iran sendiri, telah menikmati kekebalan," kata Bennett.

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, era kekebalan rezim Iran telah berakhir. Mereka yang membiayai teroris, mereka yang mempersenjatai teroris dan mereka yang mengirim teroris akan membayar harga penuh," tambahnya.

Iran telah berjanji untuk membalas kematian Khodai dan menuding Israel.

TERKINI
Guru Ingatkan Dampak Layar Digital pada Cara Siswa Belajar dan Berpikir New York Terancam Banjir Ekstrem, 4,4 Juta Warga Berisiko Terdampak Ilmuwan Temukan Sistem Tersembunyi Pengatur Gula Darah dalam Tubuh Tragedi Chernobyl: Ledakan Reaktor Nuklir yang Hampir Picu Bencana Global