Kamis, 19/05/2022 15:59 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengumumkan pembukaan kembali Kedutaan Besar AS di Kyiv tiga bulan setelah ditutup karena invasi Rusia ke Ukraina.
"Hari ini kami secara resmi melanjutkan operasi di Kedutaan Besar AS di Kyiv. Orang-orang Ukraina, dengan bantuan keamanan kami, telah membela tanah air mereka dalam menghadapi invasi Rusia yang tidak berbudi, dan, sebagai akibatnya, Bintang dan Garis terbang di atas Kedutaan sekali lagi," kata Blinken dalam sebuah pernyataan.
Namun, ia mencatat bahwa AS telah mengambil langkah-langkah tambahan untuk melindungi para diplomat yang kembali ke ibu kota Ukraina.
Meski mengakui bahwa perang masih jauh dari selesai, Blinken mengatakan AS sedang menegaskan kembali komitmennya kepada rakyat dan pemerintah Ukraina.
Korut Resmikan Museum Prajurit Korban Perang Rusia vs Ukraina
Momen Donald Trump dan Istri Dievakuasi Usai Terdengar Suara Tembakan
New York Terancam Banjir Ekstrem, 4,4 Juta Warga Berisiko Terdampak
"Kami berdiri dengan bangga, dan terus mendukung, pemerintah dan rakyat Ukraina saat mereka membela negara mereka dari perang agresi brutal Kremlin," kata Blinken.
Kedutaan Besar AS ditutup pada 14 Februari, sepuluh hari sebelum Rusia melancarkan invasi skala penuh. Staf kedutaan menghabiskan dua bulan pertama perang di Polandia, tetapi Kuasa Usaha Kristina Kvien kembali ke negara itu pada 2 Mei, mengunjungi kota barat Lviv.
Banyak negara barat, termasuk Prancis, Jerman dan Inggris telah membuka kembali kedutaan di Kyiv selama sebulan terakhir. Pembukaan dilakukan setelah pasukan Rusia mundur dari utara Ukraina untuk fokus pada serangan di timur negara itu.