Rabu, 18/05/2022 18:51 WIB
Ankara, Jurnas.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan meminta negara-negara NATO menghormati penolakan yang dilakukan negaranya, terhadap permintaan Swedia dan Finlandia bergabung dengan aliansi tersebut.
Dalam sebuah pidato pada Rabu (18/5), Erdogan menyebut penolakan itu terkait dengan masalah keamanan. Dia juga mengulangi pandangannya, bahwa delegasi Swedia dan Finlandia tak perlu repot-repot datang ke Turki untuk membahas masalah tersebut.
"Satu-satunya harapan kami dari sekutu NATO ialah, pertama-tama memahami kepekaan kami, menghormati dan akhirnya mendukungnya," ujar Erdogan dikutip dari AFP.
Swedia, lanjut Erdogan, juga seharusnya tidak mengharapkan Turki untuk menyetujui permintaan negara itu bergabung dengan NATO. Dia bahkan menyebut Swedia sarang teroris.
Erdogan Ingin Paksa AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan
Turki Desak Sekutu NATO Minta Maaf ke Trump di KTT Ankara
Netanyahu Kritik Sindiran Erdogan soal Gencatan Senjata Iran
Dilansir dari BBC, Turki menuduh kedua negara Nordik itu menyembunyikan anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah kelompok yang dipandangnya sebagai organisasi teroris, dan pengikut Fethullah Gulen, yang dituduh Ankara mengatur upaya kudeta 2016.
Menurut kantor berita resmi Turki, baik Finlandia maupun Swedia telah menolak lusinan permintaan untuk mengekstradisi militan Kurdi, yang disebut Turki sebagai teroris.
Tanpa dukungan semua anggota NATO, Swedia dan Finlandia tidak dapat bergabung dengan aliansi militer, meskipun Presiden AS Joe Biden kemarin mengatakan dia yakin konsensus dapat dicapai.