Renault Jual Saham Mayoritas di Avtovaz ke BUMN Rusia

Senin, 16/05/2022 18:03 WIB

Moskow, Jurnas.com - Produsen mobil Prancis, Renault, akan menjual saham mayoritasnya di produsen mobil Rusia Avtovaz, dalam kesepakatan sebesar €2,2 miliar (Rp32,6 triliun).

Kini, Renault menjadi perusahaan asing terbaru yang keluar setelah invasi Moskow ke Ukraina. Hampir bersamaan, restoran cepat saji ternama, McDonald`s juga memutuskan hengkang dari Rusia.

Kepemilikan Renault di Avtovaz hampir 70 persen. Seluruh saham itu akan dijual ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Otomotif dan Mesin Rusia, yang disebut Nami.

Dikutip dari BBC pada Senin (16/5), kesepakatan itu mencakup opsi enam tahun untuk membeli kembali saham. Dan 100 persen sahamnya di Renault Rusia akan menjadi milik negara.

"Hari ini, kami telah mengambil keputusan yang sulit tetapi perlu, dan kami membuat pilihan yang bertanggung jawab terhadap 45.000 karyawan kami di Rusia," kata Kepala Eksekutif Luca de Meo.

Pada Maret lalu, pabrikan mobil Eropa itu memutuskan untuk menangguhkan pekerjaan di pabriknya di Moskow, menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Diketahui, McDonald`s juga mengumumkan bakal keluar dari pasar Rusia, setelah 30 tahun beroperasi di negara tersebut. Saat ini, McDonald`s telah memulai proses penjualan bisnisnya, sebelum akhirnya angkat kaki.

Pada Maret lalu, McDonald`s menutup 850 restoran di seluruh Rusia untuk sementara, sebagai tanggapan invasi Moskow ke Ukraina.

Namun, kini McDonald`s menyebut tindakan Rusia sebagai krisis kemanusiaan. Sehingga, raksasa makanan cepat saji itu memutuskan untuk meninggalkan bisnisnya di Moskow.

TERKINI
SPMB 2026 Pakai 4 Jalur Seleksi, Apa Saja? KPK Panggil Direktur KPPHI Terkait Pemerasan K3 Kemenaker KPK Dalami Wali Kota Madiun Minta Dana CSR ke Developer KPK Periksa Bekas Anak Buah Bobby Nasution Terkait Korupsi Jalan Sumut