Mohamed Salah Ingin Balas Dendam Lawan Real Madrid di Final Liga Champions

Rabu, 04/05/2022 14:20 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Pemain Liverpool, Mohamed Salah mengatakan lebih memilih menghadapi Real Madrid daripada Manchester City di final Liga Champions. Penyerang asal Mesir itu ingin balas dendam atas kekalahan timnya pada 2018.

Salah meninggalkan lapangan dengan berlinang air mata setelah terjatuh saat berdual dengan Sergio Ramos dalam kekalahan 3-1 Liverpool dari Real di final kompetisi klub elit Eropa empat tahun lalu.

Pada Selasa (3/5), Liverpool mengamankan kemenangan agregat 5-2 melawan Villarreal di semifinal mereka dan akan mengetahui siapa yang mereka lawan di final 28 Mei nanti pada hari Rabu saat City menghadapi Real.

"Saya ingin bermain dengan Madrid," kata Salah kepada BT Sport. "City adalah tim yang sangat tangguh, kami telah bermain melawan mereka beberapa kali musim ini. Jika Anda bertanya kepada saya secara pribadi, saya lebih memilih Madrid.

Ditanya apakah dia ingin membalas dendam melawan tim Spanyol, Salah berkata: "Kami kalah di final melawan mereka, jadi saya ingin bermain melawan mereka dan semoga memenangkannya dari mereka juga."

Liverpool mendapati diri mereka tertinggal 2-0 di Villarreal tetapi tiga gol dalam waktu 12 menit setelah jeda membantu mereka maju ke final Liga Champions ketiga mereka dalam lima musim.

Salah memuji karakter Liverpool, yang mengejar empat trofi yang belum pernah terjadi sebelumnya musim ini. "Itu sulit di babak pertama tetapi kemudian kami pergi ke ruang ganti, pelatih (Jurgen Klopp) mulai berbicara dan kami juga berbicara satu sama lain," kata Salah.

"Karakter dan kepribadian di ruang ganti itu menunjukkan bahwa kami adalah tim papan atas, jadi itulah mengapa kami bisa menyerang balik setelah kalah 2-0 di babak pertama bermain tandang."

Sumber: Reuters

TERKINI
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi