Senin, 02/05/2022 14:58 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Tradisi silaturahim dan kebersamaan di hari Idul Fitri bisa diarahkan untuk mengokohkan semangat kerja sama, gotong royong, kepedulian, toleransi dan solidaritas sosial di masyarakat.
Hal itu sebagaimana diutarakan Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/5).
“Selain itu semangat saling berbagi dan membantu sesama. Terlebih lagi masyarakat kita masih dalam suasana pandemi dan beban ekonomi yang berat akibat pemutusan kerja, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok,” katanya.
Dia menilai perayaan Idul Fitri 2022 sedikit berbeda karena masyarakat kembali bisa merasakan keleluasaan dan semaraknya hari raya setelah dua tahun lebih dibatasi akibat pandemi Covid-19.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
Jazuli berharap agar pandemi segera berakhir dan tidak muncul varian baru dan tidak mengalami peningkatan kasus berubah menjadi endemi.
“Meski demikian kita tetap harus waspada, tetap menjaga protokol kesehatan, tanpa mengurangi makna Idul Fitri tahun ini,” ujarnya.
Menurut dia, tradisi perjumpaan dan saling memaafkan bisa menepis jarak, prasangka buruk, dan konflik yang kerap mengganggu harmoni, integrasi, dan soliditas masyarakat, hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang banyak beredar di media sosial.
Dia menilai perjumpaan dan saling memaafkan bisa menjadi sarana titik temu diantara masyarakat dan elemen bangsa untuk mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita berharap Idul Fitri yang maknanya `hari raya fitrah` atau `kembali kepada fitrah` bisa menyadarkan kita semua bahwa hakikatnya setiap manusia itu memiliki fitrah untuk tunduk kepada kebenaran dan kebaikan yang dibimbing oleh nilai-nilai ketuhanan (agama) yang dengannya diharapkan muncul kebajikan dan kebijaksanaan,” katanya.
Karena itu dia berharap para pemimpin bijaksana menyejahterakan rakyatnya dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan, tidak memaksakan kepentingannya yang menafikan kemaslahatan bangsa dan negara.
Dia juga meminta para pendengung “buzzer” insaf tidak lagi memecah-belah masyarakat dan bangsanya dan masyarakat serta memiliki kesadaran moral untuk menjaga NKRI dan mewujudkan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.
Keyword : Warta DPR PKS Jazuli Juwaini Lebaran Idul Fitri