Misbakhun Nyatakan, Program PINA Perlu Diberi Peluang

Sabtu, 24/12/2016 18:40 WIB

Jakarta - Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun menyatakan, memuji program Pembiayaan Investasi Non-APBN (PINA) yang rencananya digelontorkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurut dia, program tersebut dalam menyelamatkan program infrastruktur yang direncanakan Presiden Joko Widodo. "Program PINA ini tidak tergantung pada PMN (penyertaan modal negara) yang bersumber dari APBN. Apalagi, saat ini APBN sedang mengalami kontraksi akibat penerimaan pajak," kata Misbakhun melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan Misbakhun tersebut menanggapi rencana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menerapkan program PINA dengan memanfaatkan antara lain sumber-sumber pembiayaan jangka panjang, misalnya dari dana pensiun dan perusahaan pembiayaan infrastruktur.

Pada penerapan program ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menggandeng swasta untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Misbakhun dilansir ant, juga menyinggung soal, hasil audit BPK terkait pencairan PMN ke sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sesuai program Pemerintah, ternyata ada persoalan. Menurut dia, langkah PINA ini sepatutnya semakin diberi peluang dengan pembagian tugas dan kewenangan yang jelas dari Presiden kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas agar dalam melaksanakan kebijakan tersebut, memiliki dasar penugasan yang kuat.(T.R024)

TERKINI
Ngenes! 5 Pemain Bintang Ini Belum Pernah Juara Piala Dunia DPR Minta Pemerintah Bantu Korban Kebakaran Hebat di Jakpus Rutin Bersepeda Bisa Kurangi Risiko Kanker dan Stroke, Benarkah? Komisi III: RUU Polri Harus Perjelas Makna Polisi sebagai Alat Negara