Kamis, 21/04/2022 15:15 WIB
Moskow, Jurnas.com - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan militernya untuk membatalkan rencana penyerbuan pabrik Azovstal, di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina.
Dikutip dari BBC pada Kamis (21/4), Putin meminta para pasukan tetap melakukan blokade di pabrik tersebut dengan aman.
Para pejuang Ukraina terakhir berlindung di pabrik baja Azovstal, ditambah sekitar 1.000 warga sipil yang kini hidup dalam kondisi yang mengerikan.
Putin memberi perintah untuk menutup pabrik dalam percakapan dengan Sergei Shoigu, Menteri Pertahanan Rusia, yang kemudian disiarkan untuk publik.
Geram NATO Kepung Arktik, Rusia Ancam Konfrontasi Militer
Iran Pastikan Serangan AS Tak Hentikan Produksi Minyak di Pulau Kharg
AS Bakal Perbarui Daftar Bank yang Disanksi karena Bantu Iran
Dia mengucapkan selamat kepada Shoigu atas operasi yang sukses di Mariupol, pasca Shoigu mengklaim keberhasilan pasukan Rusia merebut kota itu.
Shoigu sebelumnya mengatakan kepada Putin bahwa lebih dari 2.000 pejuang Ukraina masih berada di pabrik, yang memiliki bunker bawah tanah yang luas.
Para pejuang yang terdiri dari Batalyon Azov, dan memiliki hubungan dengan sayap kanan dan marinir Ukraina, dipuji oleh Presiden Ukraina Zelensky karena bertahan selama berminggu-minggu melawan serangan gencar Rusia.
Keyword : Rusia Ukraina Invasi Perang Vladimir Putin