Rabu, 20/04/2022 17:32 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Infrastruktur di Indonesia masih tertinggal apabila disandingkan dengan negara-negara maju di belahan dunia. Maka untuk mengejar ketertinggalan, Indonesia membutuhkan ribuan triliun untuk mendanai proyek infrastruktur .
Dirjen (Direktur Jendral) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ), Agus Sulaiman mengatakan, berdasarkan Renstra (Rencana Strategis) yang ada tercatat sekitar Rp623 triliun untuk melaksanakan pembangunan proyek.
"Tapi sebenarnya untuk mengejar ketertinggalan kita dari negara lain, itu kita butuh anggaran hampir Rp2.085 triliun. Jadi memang sebanyak itu kebutuhan anggaran yang di lingkungan kementerian PUPR," ujar Iwan dalam Market Review IDXChanel, Rabu (20/4/2022).
Iwan mengatakan, dari anggaran yang ada dengan anggaran yang dibutuhkan terjadi funding gap yang besar jika hendak mengejar ketertinggalannya infrastruktur dari negara negara maju. "Hampir sekitar Rp1.400 triliun (funding gap)," kata Iwan.
Teheran Ingatkan Prancis Tak Intervensi Urusan Dalam Negeri Iran
Pernah Anggap Setara Haaland, Eks Newcastle Kini Huni Klub Gurem
Turut Terdampak Gempa NTT, AirNav Pastikan Layanan Navigasi Optimal
Oleh karena itu saat ini Iwan menjelaskan para Dirjen di lingkungan Kementerian PUPR diamanatkan untuk mencari sumber pembiayaan yang kreatif atau creative financing. "Salah satunya dengan KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha), kalau untuk rumah ada FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)," pungkasnya.