Rabu, 20/04/2022 09:35 WIB
Bandung, Jurnas.com- Bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng disalurkan oleh PT Pos Indonesia kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Sejauh ini penyaluran BLT minyak goreng berjalan lancar dan telah diterima oleh hampir 10 juta KPM. Pos Indonesia tancap gas menyalurkan BLT minyak goreng sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa penyaluran harus rampung sebelum Lebaran. Untuk memenuhi target tersebut, Pos Indonesia menerapkan beberapa strategi.
"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kami tambah titik penyaluran, komunitas diperbanyak, jumlah tenaga juru bayar juga ditambah. Selain karyawan organik, ada petugas tambahan dengan pengenal khusus untuk membantu penyaluran. Jam layanan pun diperpanjang di setiap titik. Bahkan, ada yang sampai malam," kata Direktur PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi, Selasa (19/4/2022).
Adapun nominal BLT minyak goreng yaitu Rp100 ribu per bulan yang diberikan sekaligus untuk tiga bulan (April, Mei, Juni), sehingga yang diterima KPM senilai Rp300 ribu. Bantuan tersebut masih ditambah dengan bansos sembako Rp200 ribu. Dengan demikian total uang bansos yang diterima KPM sejumlah Rp500 ribu. Bisa menerima bansos di tengah situasi kenaikan harga bahan pokok, tentu saja disambut gembira oleh para KPM. Bahkan, mereka kompak menyatakan harapan agar bansos ke depannya dapat terus berlanjut.
Pemerintah Sebut Hilirisasi Jadi Kunci Transformasi Ekonomi
Mensos Lepas Ekspor Produk Kerajinan KPM ke Amerika Serikat
Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh Delapan Persen
"Saya senang karena bansos ini sangat membantu kebutuhan hidup. Uangnya akan dibelanjakan di warung dekat rumah supaya bisa sekalian membantu pedagang. Harapan saya mudah-mudahan ke depan akan ada bantuan seperti ini lagi. Terima kasih Bapak Presiden, saya sudah terima bantuannya," ucap Nenden Nurendah, KPM dari Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Jawa Barat.
Begitu pun KPM Iloh Aryani. Perempuan paruh baya yang sehari-hari berjualan gorengan ini sangat bersyukur bisa mendapatkan BLT minyak goreng dan bansos sembako senilai Rp500 ribu.
"Alhamdulillah dapat bantuan ini bisa menyambung nyawa, bisa membantu modal usaha. Rencana setelah Lebaran akan berjualan gorengan lagi. Sudah dua bulan saya setop jualan karena harga minyak goreng dan tepung mahal. Saya tidak balik modal, malah rugi," tutur Iloh.
Kelancaran penyaluran BLT minyak goreng bergantung pada petugas juru bayar yang menjadi ujung tombak menyerahkan bansos kepada KPM. Salah satunya adalah Dadang Rachmat Setia. Petugas juru bayar KCU Bandung, Jawa Barat, ini mesti menyalurkan BLT minyak goreng kepada 1.400 KPM di Desa Gudang Kahuripan dalam satu hari.
"Saat ini sudah tersalurkan kepada 1.350 KPM. Sisa 50 KPM yang belum datang mengambil. Saat pengambilan dana BLT minyak goreng, KPM harus membawa surat panggilan, fotokopi KTP dan KK apabila pengambilan diwakilkan oleh keluarga. Kemudian data dicocokkan dengan danom," kata Dadang.
"Teknis penyaluran diatur supaya tidak terjadi kerumunan, wajib menggunakan masker. Semua petugas juru bayar juga sudah divaksin," tandasnya.
Keyword : KPMBLT Minyak GorengPos Indonesia