Senin, 18/04/2022 16:14 WIB
RIYADH, Jurnas.com - Arab Saudi mengutuk penyalahgunaan yang disengaja terhadap Alquran, serta provokasi dan hasutan terhadap Muslim oleh beberapa ekstremis di Swedia.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menekankan pentingnya upaya bersama menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi, dan koeksistensi.
Pernyataan itu juga menekankan penolakan terhadap kebencian, ekstremisme, dan pengucilan. Kerajaan juga menyoroti upaya mencegah penyalahgunaan semua agama dan tempat suci.
Tiga orang di kota Norrkoping Swedia membutuhkan perawatan medis setelah terkena peluru polisi selama bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa menyusul pembakaran Alquran yang menyebabkan kerusuhan di beberapa kota Swedia selama akhir pekan Paskah.
Naik dari Tahun Lalu, Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang
Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue di Mina Respons Situasi Darurat
Cuaca Ekstrem, Saudi Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan Kaki Selama Haji
Di beberapa tempat pengunjuk rasa kontra menyerang polisi sebelum demonstrasi ekstremis sayap kanan yang direncanakan. Perdana Menteri Magdalena Andersson mengutuk kekerasan tersebut.
"Tiga orang tampaknya terkena pantulan dan sekarang dirawat di rumah sakit. Ketiga orang yang terluka ditangkap karena dicurigai melakukan kejahatan," kata polisi Swedia dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa tidak ada cedera yang mengancam jiwa.
Polisi mengatakan situasi di Norrkoping tenang pada Minggu malam.
Polisi dan pengunjuk rasa telah terlibat dalam bentrokan serius selama beberapa hari terakhir, yang mengakibatkan beberapa polisi menderita luka-luka dan beberapa kendaraan dibakar.
Kekerasan dimulai pada Kamis setelah demonstrasi yang diselenggarakan oleh Rasmus Paludan, pemimpin garis keras partai politik sayap kanan Denmark.
Paludan, yang memiliki izin untuk serangkaian demonstrasi di Swedia selama akhir pekan Paskah, dikenal dengan pembakaran Alquran.
Sumber: Arab News
Keyword : Arab SaudiPembakaran AlquranSwedia