Pengusaha Korea Puji Ganjar Pranowo Jadikan Jateng Ramah Investasi

Rabu, 13/04/2022 15:23 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Provinsi Jawa Tengah disebut-sebut sebagai provinsi ramah investasi dan membuat investor betah berbisnis. Salah satu yang mengatakan adalah Kim Soo II, pengusaha asal Korea Selatan.

Kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kim menyampaikan terima kasih atas segala bentuk kemudahan dan dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk para investor dari Korea.

"Saya mewakili teman-teman pengusaha Korea, mengucapkan terima kasih pada Pak Gubernur karena dukungan kuat beliau untuk kesuksesan investor Korea yang ada di Jawa Tengah," ujar Kim saat menemui Ganjar di ruang kantornya, Selasa (12/4).

Pemilik Busan Indonesia Center itu, mulanya kurang mengetahui kondisi dan iklim perinvestasian di Provinsi Jawa Tengah.

Kim mengatakan, banyak pengusaha yang akhirnya memutuskan investasi di Jateng karena dianggap sebagai provinsi yang hangat dan memudahkan untuk berinvestasi.

"Saya harap masyarakat di sini bisa analisa, pendorongnya, kenapa hangat suasana investment di Jawa Tengah. Apakah dari segi peraturan, undang-undang terkait itu," ungkap Kim.

Lebih lanjut, Ganjar mengemukakan, kemudahan investasi di Jawa Tengah tak lepas dari adanya kebijakan investasi satu pintu. Selain itu, sedikitnya kasus pungli di lingkungan birokrasi juga menambah investor yakin berinvestasi.

"Kalau orang asing saja bisa melihat seperti ini, berarti dalam layanan kemudahan bisnis, insentif yang diberikan itu dalam trek yang benar," ucap Ganjar.

Terakhir, Ganjar menekankan, dengan banyaknya investor yang masuk ke Jateng akan semakin membuat proses pendewasaan birokrasi semakin membaik.

"Tinggal bagaimana kita memimpin ini, sampai tingkat lokal betul-betul bisa mengawal. Sehingga yang berinvestasi di Jawa Tengah akan merasa nyaman dalam kondusifitas yang baik dan terlindungi," tutur Ganjar.

"Tadi saya sampaikan ke Pak Kim, kalau ada problem boleh kontak gubernur biar kami selesaikan," lanjut Ganjar.

TERKINI
Geram NATO Kepung Arktik, Rusia Ancam Konfrontasi Militer Iran Pastikan Serangan AS Tak Hentikan Produksi Minyak di Pulau Kharg Korban Banjir Nepal Tembus 903 Jiwa, Ribuan Orang Masih Hilang AS Bakal Perbarui Daftar Bank yang Disanksi karena Bantu Iran