China "Serbu" dan Rampas Hak Rakyat Indonesia

Kamis, 22/12/2016 14:40 WIB

Jakarta - Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai telah gagal dalam mengatasi maraknya tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Indonesia. Hal itu dilihat dari "serbuan" TKA ilegal, terutama asal China.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, minimnya pengawasan dari pemerintah, khususnya keimigrasian, justru menimbulkan kerugian yang cukup besar. Hak warga negara untuk mendapatkan pekerjaan akan terancam.

"Kerugian tersebut diantaranya hilangnya kesempatan masyarakat Indonesia dalam memasuki lapangan kerja di berbagai sektor, baik informal maupun formal," kata Arief, melalui pesan singkatnya, Kamis (22/12).

Selain itu, kata Arief, pendapatan para pemilik usaha di sektor niaga justru terancam akan merugi. Hal itu dikarenakan persaingan dengan WNA ilegal yang melakukan aktivitas perniagaan di pasar-pasar dan pertokoan.

"Kebijakan bebas visa tersebut rawan disalahgunakan oleh TKA illegal untuk bekerja di dalam negeri. Ini tentu merugikan bagi anak bangsa yang kesempatan bekerjanya menjadi hilang," tegasnya.

TERKINI
Konsumsi Sayuran Ini untuk Bantu Proses Pencernaan 7 hobi yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Benarkah? Siapakah Penduduk Pertama Tanah Palestina? Bolehkah Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu?