Kamis, 07/04/2022 21:12 WIB
BRUSSELS, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba meminta anggota NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) untuk memberikan Kyiv semua persenjataan yang dibutuhkan untuk melawan Rusia.
"Agenda saya sangat sederhana. Hanya ada tiga item di dalamnya. Senjata, senjata, dan senjatanya," kata Kuleba kepada wartawan menjelang pertemuan dengan para Menteri Luar Negeri NATO di Brussels, dikutip dari Reuters.
"Saya meminta semua sekutu untuk mengesampingkan keragu-raguan mereka, keengganan mereka, untuk menyediakan semua yang dibutuhkan Ukraina," katanya.
Ukraina mendorong Barat untuk meningkatkan pasokan senjatanya dengan persenjataan yang lebih berat, termasuk sistem pertahanan udara, artileri, tank dan jet, saat Moskow memfokuskan kembali ofensifnya di timur negara itu.
Turki Desak Sekutu NATO Minta Maaf ke Trump di KTT Ankara
Demo di Kedubes AS, GPNI Desak Hentikan Pendanaan LSM dari Asing
PBB Tunjuk Mantan PM Haiti Jadi Perwakilan di Kenya
Kuleba mengatakan kekuatan ekonomi Jerman "bisa berbuat lebih banyak" saat ia mengkritik sekutu yang tetap enggan mengirim apa yang disebut senjata "ofensif".
"Perbedaan antara defensif dan ofensif ini tidak masuk akal jika menyangkut situasi di negara saya," kata Kuleba.
"Negara-negara yang mengatakan kami akan memberi Ukraina senjata pertahanan, tetapi kami tidak dalam posisi untuk memberi mereka senjata ofensif - mereka munafik, ini tidak adil, pendekatan yang tidak dapat dibenarkan," sambungnya.
Kepala NATO, Jens Stoltenberg mengatakan yakin bahwa sekutu akan "mengatasi kebutuhan akan lebih banyak sistem pertahanan udara, senjata anti-tank, senjata yang lebih ringan, tetapi juga lebih berat dan berbagai jenis dukungan untuk Ukraina".
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan Berlin sedang "melihat dari dekat dengan mitra kami bagaimana kami dapat mendukung Ukraina di masa depan, lebih intensif dan lebih terkoordinasi karena mereka memiliki hak untuk membela diri."