Rabu, 21/12/2016 19:37 WIB
Jakarta - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang meminta soal wacana koneksitas antara penyidik KPK dengan POM TNI terkait kasus suap proyek pengadaan satelit pemantauan di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tak perlu diributkan maupun diperdebatkan. Sebab, Saut menilai koneksitas itu cuma masalah teknis.
"Itu hanya teknis saja," ucap Saut di kantornyan Jakarta, Rabu (21/12).
Menurut Saut, yang terpenting KPK dan Puspom TNI telah berkoordinasi untuk bagaimana mendalami kasus terkait pengadaan Monitor Satelit milik Bakamla. "Yang penting adalah bagaimana menegakkan kebenaran, keadilan, kejujuran. Hanya itu saja kok," ujar dia.
Saut menjelaskan, koneksitas antara KPK dan Puspom TNI bisa dilakukan dengan beberapa cara. Contohnya dengan membentuk tim gabungan, seperti halnya dalam kasus pengadaan helikopter Mi-17 di Kejaksaan. KPK sendiri bisa mencontoh model koneksitas dalam kasus helikopter Mi-17.
Dewas KPK Terima 14 Aduan Etik Sepanjang 2026
KPK Geledah 6 Lokasi Kasus Bupati Pemalang, Sita Moge hingga Emas
Pelni Undang KPK Beri Pembekalan Antikorupsi
"Ada banyak model, kalau ingat kasus helikopter Mi-17, itu kan koneksitas kejaksaan dengan ini," terang dia.
Meski demikian, kata Saut, pihaknya belum menemui titik terang untuk menentukan seperti apa koneksitas dalam kasus Bakamla. Hingga hari ini, kata Saut, pihaknya dan POM TNI masih dalam tahap proses koordinasi dan penyamaan visi untuk melanjutkan penyidikan kasus yang menggunakan dana APBN-P 2016 ini.
"Model itu personal. Kita lihat bagaimana koordinasi," tandas Saut.
Keyword : Penyidik TNI KPK