CORE Indonesia: Anomali Pembangunan Infrastruktur dan Pengangguran

Selasa, 20/12/2016 15:18 WIB

Jakarta - Anomali terjadi terkait angka penyerapan tenaga kerja dan pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah.

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menyampaikan data, ada pengurangan sebanyak 230.000 tenaga kerja bidang konstruksi tahun 2016 dibanding tahun 2015. Hal ini menjadi sangat aneh mengingat pemerintah tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur.

"Proyek infrastruktur ada di mana-mana tapi penyerapan tenaga kerja bidang ini menurun. Ini pertanyaan kita bersama," ujar Direktur Core Indonesia, Mohammad Faisal dalam Refleksi Ekonomi 2016 yang digelar CORE Indonesia di Jakarta, Selasa (20/12).

Ia menjelaskan, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,03 juta orang atau 6% dari jumlah angkatan kerja. Belum lagi masyarakat yang bekerja paruh waktu yang mencapai 23,26 juta atau 18%, bahkan ada sekitar 8,97 juta orang yang berstatus sebagai pekerja serabutan atau setengah pengangguran.

"Yang kita tangkap dari data ini, bahwa melemahnya industrialisasi berdampak pada rendahnya penyerapan tenaga kerja penuh khususnya di sektor industri. Di saat yang sama, penyerapan tenaga kerja di sektor jasa yang memiliki nilai tambah rendah seperti jasa kemasyarakatan, perdagangan, dan transportasi malah tumbuh pesat," jelas Faisal.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya