Selasa, 22/03/2022 21:06 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, berlangsung sukses walau sempat terkendala oleh cuaca. Namun ajang olahraga balap motor ini dapat berjalan lancar dengan berbagai proses kearifan lokal.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menyampaikan bahwa di balik kesuksesan ini, terdapat beberapa catatan yang harus dijadikan bahan evaluasi.
“Ada poin penting yang memang harus kami koreksi, yaitu adalah dari penyelenggaraan, terutama masalah ticketing dan bagaimana transportasi pengunjung yang sudah beli tiket,” ungkap Dede Yusuf dalam keterangannya, Senin (21/3).
Beberapa hari yang lalu, sempat viral di media sosial tentang transportasi pengunjung yang semrawut. Dikatakan panitia bahwa dilarang masuk ke arena menggunakan mobil, namun transportasi dari lokasi parkir ke arena penonton menggunakan bus.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
Namun karena jumlah bus yang tidak memadai, akhirnya banyak orang harus jalan kaki di tengah teriknya sinar matahari. Sehingga banyak orang harus bolak-balik dari arena ke parkir.
“Dan ini catatan penting bahwa dalam penyelenggaraan kita tidak boleh hanya fokus pada internasional guest-nya tapi kan pengunjung yang membayar uang dua juta, tiga juta untuk tiket mereka juga berhak mendapat fasilitas. Mestinya harus disiapkan dengan sarana-sarana, termasuk ticketing yang juga katanya sulit banget, antre ticketing sampai berjam-jam ini juga enggak bagus,” kata dia.
Selain mengevaluasi jalannya MotoGP, Komisi X DPR RI juga meminta Sirkuit Mandalika bisa menjadi sport tourism, tidak untuk gelaran MotoGP saja. Dede Yusuf menyampaikan bahwa Sirkuit Mandalika adalah sirkuit dengan standar internasional, maka harus ada kerja sama dengan industri sport otomotif dan pariwisata.
“Kalau kita tidak masuk dalam lingkaran agenda internasional ini, ya maka kita belum tentu bisa mengadakan event begitu lagi, itu yang pertama. Atau yang kedua kita sendiri menjadi tuan rumah, jadi namanya kita membuat apalah nanti ke depan, Lombok GP atau segala macam ya. Jadi memang harus ada itu untuk meng-attract orang untuk datang dan menggunakan fasilitas, kalau tidak maka race ini akhirnya tidak bisa termanfaatkan dengan optimal padahal anggaran yang kita keluarkan triliunan di sana,” tutupnya
Keyword : Warta DPR Komisi X Sirkuit Mandalika MotoGP Indonesia