Ukraina Minta China Kutuk Barbarisme Rusia

Minggu, 20/03/2022 07:20 WIB

KYIV, Jurnas.com - Ukraina meminta China untuk bergabung dengan Barat dalam mengutuk "barbarisme Rusia", setelah Amerika Serikat (AS) memperingatkan Beijing tentang konsekuensi jika mendukung serangan Moskow di negara itu.

"China dapat menjadi elemen penting sistem keamanan global jika membuat keputusan yang tepat untuk mendukung koalisi negara-negara beradab dan mengutuk barbarisme Rusia," tulis pembantu presiden Mikhailo Podolyak di Twitter, dikutip dari AFP, Minggu (20/3).

China telah menghindari kecaman internasional terhadap tindakan Rusia di Ukraina, menolak untuk mengutuk invasi Presiden Vladimir Putin.

Presiden AS, Joe Biden mengatakan kepada pemimpin China X Jinping melalui telepon pada Jumat bahwa dukungan apa pun kepada Rusia dalam perangnya di Ukraina akan memakan biaya.

Gedung Putih mengatakan bahwa Biden menjelaskan kepada Xi "implikasi dan konsekuensi jika China memberikan dukungan material kepada Rusia karena melakukan serangan brutal terhadap kota-kota dan warga sipil Ukraina."

Xi dan Putin bertemu bulan lalu di Olimpiade Musim Dingin di Beijing, tak lama sebelum Putin melancarkan invasi ke Ukraina.

TERKINI
71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui