Kamis, 10/03/2022 16:47 WIB
Kyiv, Jurnas.com - Ukraina membuka tujuh rute koridor kemanusiaan pada Kamis (10/3), untuk membantu warga sipil meninggalkan kota-kota yang dikepung oleh pasukan Rusia.
Ketujuh koridor kemanusiaan tersebut termasuk pelabuhan selatan Mariupol, menurut laporan Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk dikutip dari BBC.
Koridor kemanusiaan adalah zona di mana aktivitas militer dihentikan sementara, untuk memungkinkan warga sipil lewat dengan aman.
Diketahui, gubernur setempat mengungkapkan bahwa sejumlah pengungsi sudah mulai meninggalkan kota timur laut Sumy di bawah gencatan senjata lokal.
Inggris Rayu Ukraina Amankan Selat Hormuz dari Iran
Eropa Kekurangan Mesin Jet untuk Sokong Program Drone Ukraina
Ukraina Tuding Rusia Beri Bantuan Siber dan Mata-Mata untuk Iran
Sebelumnya, pada Selasa (8/3), Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengumumkan rencana baru gencatan senjata, yang bertujuan untuk mengamankan evakuasi warga sipil dari Ukraina.
Bila sebelumnya Moskow telah menetapkan sejumlah rute untuk sipil, yang diprotes Ukraina karena lokasi tujuan lebih banyak ke Rusia, kini warga sipil dari Ukraina dibebaskan pergi ke lokasi pilihan mereka.
"Kebetulan, proposal ini tidak menuntut agar warga negara dikirim ke Rusia, ke wilayah Rusia," kata dia dikutip dari Aljazeera.
"Ada juga evakuasi yang ditawarkan ke kota-kota Ukraina di sebelah barat Kyiv, dan pada akhirnya itu akan menjadi pilihan orang-orang itu sendiri ke mana mereka ingin dievakuasi," lanjut dia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menuduh Rusia mengingkari perjanjian rute evakuasi sebelumnya, dan mencoba menghentikan warga sipil dengan menanam bahan peledak di jalan.
"Ada kesepakatan tentang koridor kemanusiaan. Apakah itu berhasil? Tank Rusia bekerja sebagai gantinya, Grads Rusia (peluncur roket ganda), ranjau Rusia," kata Zelensky dalam sebuah video yang diposting di Telegram.
Keyword : Koridor Kemanusiaan Rute Evakuasi Rusia Ukraina