Rabu, 09/03/2022 16:23 WIB
LVIV, Jurnas.com - Ukraina harus menahan serangan Rusia selama tujuh hingga 10 hari ke depan untuk menggagalkan kemenangan Moskow, kata seorang pejabat senior pemerintah pada Rabu (9/3).
Diketahui hingga kini, lebih dari 2 juta pengungsi melarikan diri dari serangan terbesar di sebuah negara Eropa sejak Perang Dunia II.
Penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina, Vadym Denysenko mengatakan Rusia sangat menginginkan setidaknya semacam kemenangan. Ia menyebut kota Mariupol atau ibu kota Kyiv sebagai target yang paling mungkin.
"Mereka membutuhkan setidaknya beberapa kemenangan sebelum mereka dipaksa ke dalam negosiasi akhir," tulis Denysenko di Facebook. "Oleh karena itu tugas kita adalah berdiri selama 7-10 hari ke depan."
Inggris Rayu Ukraina Amankan Selat Hormuz dari Iran
Eropa Kekurangan Mesin Jet untuk Sokong Program Drone Ukraina
Drone Nyasar di Finlandia, Ukraina Buru-Buru Minta Maaf
Rusia mengatakan akan menyediakan koridor kemanusiaan pada Rabu untuk orang-orang yang melarikan diri dari Kyiv dan empat kota Ukraina lainnya.
Satu-satunya koridor yang beroperasi adalah dari kota Sumy, yang dibuka pada Selasa, dan merupakan evakuasi massal pertama yang berhasil sejak Rusia mengatakan akan menghentikan serangan.
Sekitar 5.000 orang naik bus dari kota timur laut pada Selasa setelah Moskow dan Kyiv menyetujui koridor tersebut, kata gubernur regional Sumy Dmytro Zhyvytskyy.
Sekitar 1.000 mobil juga dapat pergi, bergerak menuju kota Poltava, katanya, seraya menambahkan koridor itu akan terus berfungsi pada hari Rabu.
Zhyvytskyy mengatakan, secara terpisah bahwa daerah pemukiman Sumy telah dibom semalam, dengan satu bom menewaskan 22 warga sipil. Ia menyebut insiden itu pembunuhan massal.
Moskow membantah menargetkan warga sipil. Reuters tidak dapat memverifikasi insiden Sumy. Ukraina menuduh pasukan Rusia menembaki rute evakuasi lain, dari Mariupol di selatan negara itu.
Keyword : Vadym DenysenkoInvasi RusiaUkraina